| Article Index |
|---|
| Tujuh Macam Sikap Positif Orang-Orang Beriman |
| Tujuh Sikap sehari-hari |
| All Pages |
“TUJUH MACAM SIKAP POSITIF ORANG-ORANG BERIMAN YANG HARUS DIWUJUDKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”.
Judul diatas saya coba utarakan merupakan manifestasi dari 7 ayat dari Surah Al-Muddatstsir, yaitu : Yaa ayyuhal muddatstsir, qum fa andzir, fa robbaka fa kabbir, wa syiyaa baka fathohhir, warruj-za faahjur, walaa tamnun tastaktsiru walirobbika faashbir, Shodaqollaahul ‘azhiim., dan yang juga merupakan manifestasi dari ayat 208 Surat Al Baqoroh, yaitu : “Yaa ayyuhalladziina aamanud khuluu fiissilmi kaaffah, walaa tattabi’uu khutuwaatisy-syaiththoon, innahu lakum ‘aduwwummubiin.” ( Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam sebulat-bulatnya / totalitas / seluruhnya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan, sesungguhnya syetan itu adalah musuhmu yang nyata.” ).
Saya coba uraikan satu per satu,
- Yaa ayyuhal muddatstsir (Hai orang-orang yang “berselimut”).
Secara harfiah banyak sekali pengertian dari kata berselimut, bisa orang yang berbasa basi atau suka berdalih, atau orang yang berselubung dibalik kebajikan untuk menyembunyikan maksud yang kurang baik., dan untuk mengetahui selimut apakah gerangan yang ada didalam diri kita masing-masing, hendaklah pertama-tama kita harus berjiwa besar dan berlapang dada serta bersikap jujur, apakah kita diselimuti oleh sifat-sifat yang tercela (Mazmumah), gila jabatan, kedudukan, pangkat , dan banyak lagi sifat-sifat yang tercela yang akan mengganggu perjalanan kita menuju keridhoan Allah. Hanya masing-masing pribadi yang tahu “selimut” apa yang kita pakai, semua itu harus kita tanggalkan, sehingga seruan, ajakan, peringatan, perintah lebih mudah diterima oleh kita.
- Qum fa andzir (Bangkit / berdiri, lalu berilah peringatan)
Setelah semua selimut yang menjadi penghalang kemajuan kita, maka segeralah kita bangkit / berdiri dengan semangat yang tinggi, dan dengan semangat yang tinggi agar memiliki kemampuan melaksanakan tugas untuk menyampaikan peringatan kepada diri sendiri maupun kepada orang lain, karena peringatan itu sangat perlu buat diri maupun orang lain, seperti yang telah Allah terangkan dalam Al Qur’an Surat Al A’laa ayat 9, “Fadzakkir innafa’atil-ladzikroo” (“Maka berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat”), dalam Surat yang lain, An-Nahl ayat 125, Allah pun befirman, “Ud’uu ilaa sabiili rabbika bil hikmah, wal mau’izhotil hasanah, wa jadilhum billati hiyaa ahsanu inna robbaka huwa a’lamu biman dhollla-‘an sabiilihi wahuwa a’lamu bil muhtadiin.”. (Serullah [semua manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah, yang Maha Mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang Maha Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”).
Ada hal penting dalam Surat terakhir, yaitu :
- Kita dalam memberikan seruan, peringatan dan bantahan dianjurkan dengan cara bijaksana dan penuh nilai makna.
- Hanya Allah yang paling Mengetahui siapa yang benar dan salah, yang lurus maupun tersesat.
Dan dari penjelasan surat tersebut juga sudah jelas bahwa dalam memberikan kita diharapkan tidak saling menyalahkan atau merasa paling hebat atau benar sendiri, baik dalam urusan agama maupun hal-hal yang lain. Apalagi dengan mudahnya menyatakan ini kafir, bid’ah dan apapun namanya, tapi kita harus berhati-hati dalam menyatakan sesuatu terutama dalam hal agama.
Dalam Kitab Riyadhus Shalihin, Rasulullah saw., bersabda, “Anibni ‘Umaro Rodhliyalloohu ‘anhu qoola : Qoola Rasululloohu Shoolalloohu ‘alaihi wassalam, “Idzaa qoolar-rojulu li akhiihi, yaa kaafiru faqod baa-a bihaa ahadu-huma, fain kaana kamaa qoola, wa illaa roja’at ‘alaihi.” (Dari Ibnu Umar r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda : “ Apabila ada seorang Muslim menyatakan kepada saudaranya kafir, maka salah seorang diantara kedua orang tersebut menjadi kafir. Apabila orang yang dikatakan itu memang kafir maka jelas ia orang kafir, tetapi bila orang yang dikatakan itu tidak kafir, maka ucapan itu akan kembali kepada orang yang mengatakannya.) HR. Bukhari & Muslim.
| Comments |
|
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|



































